Memet mulai memperlambat larinya, lelaki itu sesekali berhenti untuk mengambil nafas yang tersengal-sengal. Kedua tangannya menggenggam erat kedua kaki Rosa yang menjepit pinggangnya sejak dua jam yang lalu. “Haduh ... Apakah ... Kita ... Sudah aman?” tanya Memet pada Rosa yang saat ini berada pada gendongannya. Rosa menoleh ke belakang, tidak ada siapa pun di sana, yang ada hanya semak belukar yang yang tumbuh liar di pekarangan warga. “Sudah aman, turunkan aku sekarang!” Memet mulai berjongkok, agar Rosa bisa mudah untuk turun dari punggungnya. Sesaat kemudian, Memet langsung mencari tempat untuk beristirahat, untuk melepas lelah karena dia harus lari dengan menggendong wanita yang telah menjadi sumber masalahnya. Lelaki itu bersandar pada sebuah pohon yang rindang, menyelonjorka

