Rosa terlihat sangat cemberut, dia sedikit enggan untuk melingkarkan tangannya pada pinggang kokoh di hadapannya. Lagi, wanita itu merasa tertipu dengan ekspresi wajah Memet yang palsu. Bagaimana tidak, Memet selalu saja membuat dirinya kesal dan merasa tidak berguna di depannya. Memet selalu memancing nafsunya yang tidak pernah dia selesaikan. Selalu berhenti di saat hasratnya memuncak. Kemarin siang, saat Memet tengah mencumbu Rosa. Lelaki itu tiba-tiba melepaskan pelukannya dan mengajak Rosa ke dalam kamar. Rosa yang sedari awal sudah salah paham dengan sikap Memet. Langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Membuat Memet bingung dan menggelengkan kepalanya pelan. “Ayo cepat ganti bajumu! Kita pergi jalan-jalan setelahnya.” Deg! Rosa terlihat sangat bodoh dengan penampi

