Gaun pengantin
Nhosa tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Saat ini, ia sedang berada di ruang ganti pakaian yang ada di butik. Nhosa terlihat sangat cantik dengan gaun putih tanpa lengan dengan sulaman mutiara berwarna pink muda dibagian d**a. Saat tirai ruang ganti di buka wajah Alex yang saat itu tengah duduk diatas sofa langsung menjadi pemandangan pertama yang di lihat Nhosa.
"Bagaimana?" Tanya Nhosa dengan wajah ceria, mengayun-ayunkan gaun yang digunakannya. Namun Alex, calon suaminya itu terlihat acuh bahkan tidak memperhatikan. Lelaki berparas dingin dengan rahang yang tegas itu terlihat sibuk dengan ponsel yang mengarah ketelinganya.
"Apakah gaunnya cantik?" Tanya Nhosa kembali berusaha menarik perhatian calon suaminya itu meski kini wajah Nhosa tak seceria pas awal ia menunjukan gaunnya tadi.
Alex menoleh sekilas menatap Nhosa "Hm!, bagus." Alex menjawab singkat lalu kembali fokus pada ponselnya.
Nhosa menunduk sedih kecewa akan respon Alex namun ia segera mengalihkan perhatiannya berpikir mungkin Alex sibuk karena urusan perusahaan.
"Aku ingin coba gaun yang lain." Nhosa berkata pada pelayan butik yang segera membantunya mengambil gaun pengantin yang baru.
Setelah kepergian Nhosa, wajah Alex terlihat lega sekarang ia bisa berbicara leluasa di telpon.
"Memang itu yang ku harapkan, Leana." Ucap Alex pada lawan bicaranya di telpon, Alex menggeretakan giginya aura benci terpancar pada dirinya sebelum Alex tersentak ketika mendengar suara dari arah ruang ganti dengan cepat Alex menatap kearah ruang ganti yang langsung menampilkan seorang pelayan yang tidak sengaja menjatuhkan hanger.
"Maaf Tuan." Ucap pelayan itu seraya membungkuk lalu tersenyum canggung kearah Alex.
Alex merasa posisi tempatnya berada saat ini sangatlah tidak aman untuk berbincang dengan Leana, ia takut saat ia berbicara Nhosa tiba-tiba saja keluar tanpa sepengetahuannya dari ruang ganti dan bisa jadi akan mendengar semua percakapannya. Tak ingin percakapannya dan Leana diketahu Nhosa, Alex segera bergegas meninggalkan ruang tunggu yang ada di butik menuju keluar butik.
Saat keluar dari butik Alex tanpa sengaja berpapasan dengan Xhavier yang merupakan pengawal sekaligus sekretaris pribadi dari Nhosa.
"Kalau begitu kita bertemu saja Leana." Ucapan Alex yang tanpa sengaja di dengar oleh Xhavier membuat lelaki tampan berparas sexy itu langsung menghentikan langkahnya dan segera mengamati Alex yang terus melangkah jauh membelakanginya, Alex bahkan tidak sadar akan keberadaan Xhavier yang saat ini sedang memantau dirinya.
Di dalam butik, Nhosa menyibak tirai setelah mengenakan gaun pengantin yang baru "Bagaimana menurutmu dengan gaun yang in...." ucapan Nhosa terhenti saat tak mendapat calon suaminya, Alex di ruang tunggu.
"Dimana calon suamiku? Apa kau melihatnya?" Tanya Nhosa kearah seorang pelayan butik.
"Tadi aku melihatnya keluar Nona." Jawab pelayan itu takzim.
Nhosa menghampiri jendela butik yang saat itu terbuka dan ia segera mendapati Alex tengah berdiri di taman tak jauh dari bawah jendela.
"Alex?!" Panggil Nhosa sedikit berteriak mencuri perhatian Alex dan Xhavier secara bersamaan saat itu.
Baik Alex dan Xhavier sama-sama menoleh menatap kearah jendela. Alex masih sibuk dengan telpon yang ada di genggamannya.
Nhosa dengan semangat berlari dari lantai dua menuju kearah pintu samping butik yang langsung mengarah ke taman tempat Alex berada.
"Bagaimana dengan gaun yang ini? Apakah cantik?" Tanya Nhosa setibanya dia di depan Alex, Nhosa memutar tubuhnya memamerkan gaun pengantin yang di kenakannya pada Alex berharap calon suaminya itu memberikan respon yang diharapkannya.
"Hm!.. sangat bagus." Jawab Alex lalu kembali sibuk kearah ponselnya melihat respon Alex lagi-lagi Nhosa harus merasa kecewa dengan perasaan sedihnya gadis manis berparas cantik dengan sorot mata meneduhkan itu kembali masuk kearah butik.
Sementara Alex terperanjak kaget begitu melihat sosok Xhavier yang menatapnya, Alex dan Xhavier saling menatap cukup lama sebelum Xhavier berkata "Jika kau bermain api untuk membakar Nona Leana, aku tidak peduli tapi apa bila api itu menjalar dan membakar Nona Nhosa maka aku berjanji padamu aku tidak akan tinggal diam."
Alex terdiam setelah mendengar ucapan dari Xhavier, lelaki berkaca mata itu hanya tertegun menatap punggung Xhavier yang kini telah menjauhinya memasuki area butik.
"Baiklah ayo kita bertemu." Suara gadis bernama Leana yang ada diseberang saluran telpon membuat Alex tersadar dari lamunannya.
Sementara itu di dalam butik, Nhosa sudah melepas gaun pengantinya, gadis itu sudah tidak berselera mencoba ataupun memilih gaun pengantin lagi, ia bahkan sudah tak mendengarkan penjelasan dan rekomendasi para pelayan serta menejer butik yang memperlihatkan padanya koleksi gaun penganti yang dimiliki butik itu.
"Nona?" Suara panggilan Xhavier membuat Nhosa segera menatap kearah lelaki bermata elang berwarna coklat itu.
"Masih belum menemukan gaun yang cocok?" Tanya Xhavier namun Nhosa tak menjawab, gadis itu berpikir seharusnya yang mengatakan kalimat itu adalah Alex yang merupakan calon suaminya.
"Apa kau sedih karena Tuan Alex?" Tanya Xhavier membuat Nhosa tersentak dan segera menatapnya
"Darimana dia tahu?" Pikir Nhosa, ekspresi Nhosa yang kebingungan membuat Xhavier tersenyum.
"Tuan Alex mungkin saat ini sangat sibuk Nona hingga ia tidak terlalu fokus pada anda." Xhavier berusaha menghibur Nhosa, ia tidak ingin melihat majikannya itu sedih jadi ia berusaha menenangkan pikiran gadis malang itu meski ia harus berbohong.
"Kau benar, apa lagi 3 hari lagi kami akan menikah. Ku rasa Alex benar-benar sibuk karena harus menyelesaikan semua pekerjaanya sebelum acara nantinya." Nhosa berucap dengan nada yang mulai ceria.
"Kalau begitu..." Nhosa beranjak dari duduknya, ia meraih tangan Xhavier lalu membimbing tangan itu kemudian meminta Xhavier untuk duduk di sofa "bantu aku memilih gaun pengantin." Lanjut Nhosa kemudian bergegas masuk ke ruang ganti.
Xhavier berdiri dari sofa, ia menghampiri sebuah gaun pengantin yang berada di sudut ruangan nyaris tak terlihat.
Gaun berwarna putih tulang dengan aksen halus dari payet dan manik-manik yang berkilau mencuri fokus dari Xhavier. Xhavier menghampiri gaun itu lalu mengambilnya kemudian membawa gaun itu kearah sofa.
Tak beberapa lama menunggu, Nhosa yang telah menggunakan gaun pengantin ngepres dengan tubuhnya langsung menyibak tirai "Bagaimana dengan gaun ini?" Tanya Nhosa bersemangat kearah Xhavier.
Xhavier mengamati gaun yang melekat pada tubuh Nhosa dengan sangat teliti sebelum kemudian menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak terlalu menyukai gaun itu. Wajah Nhosa nampak kecewa "Gaun ini juga membuat dadaku sesak karena terlalu ketat." Gumam Nhosa.
Xhavier berdiri kamudian berjalan mendekati Nhosa "Cobalah gaun ini Nona." Usul Xhavier sambil menyerahkan gaun pengantin yang tadi di ambilnya.
Nhosa menatap gaun itu dan terkesimah, memang gaun itu terlihat sedikit klasik di zaman modern seperti ini tapi gaun itu terlihat menawan dan elegan. Tanpa buang-buang waktu Nhosa langsung mencoba gaun itu dan pilihan Xhavier tepat, gaun itu terlihat cantik melekat di tubuh Nhosa.
"Aku akan mengambil gaun ini." Ucap Nhosa kearah pelayan butik tanpa pikir panjang. Xhavier mengamati Nhosa lalu tertunduk lemas "Andai aku yang berada di posisi Alex, mungkin saat ini aku akan menjadi lelaki yang sangat bahagia." Pikir Xhavier.
Bersambung!...