Bab 10

1034 Kata
Setelah seharian aku membereskan barang yang akan kami bawa ke kampung halaman mamah tiba-tiba siang hari kami mendapatkan kabar bahwa Aldian masuk rumah sakit. Kami pun berangkat ke rumah sakit, Saat tiba di rumah sakit kami melihat ada polisi kami pun menanyakan perihal kejadian nya. "Siang pak, kami keluarganya" ucap papah.. "Ya siang, jadi anda ayah dari saudara Aldian? " tanya polisi "Iya saya papahnya" ucap papah "Jadi gini pak,tadi saat kami patroli kami melihat anak bapa sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, jadi kami langsung membawanya kemari" ucap polisi "Jadi bapak tidak tau kejadian nya? " tanya mamah "Tidak bu, kami tidak tahu" jawabnya Mamah pun menangis di pelukan papah,aku pun sama menangis tapi dalam diam, aku bingung kenapa ini semua bisa terjadi pada Al, padahal selama ini Al tidak punya musuh. Namun saat aku sedang memikirkan kejadian yang menimpa Al, tiba-tiba ponsel ku berbunyi menandakan ada pesan. @Nomor tak dikenal Masih untung adikmu tidak mati, aku masih kasihan padamu. Aku langsung lemas saat tiba-tiba ada pesan tersebut dan aku sekarang tau siapa pelaku nya. @Me Mau kamu apa? @Nomor tak dikenal Aku mau kamu pergi dari kota ini. @Me tanpa perlu kamu suruh aku kan pergi. Aku matikan langsung ponselku karena tidak mau melayani nya. "Pesan dari siapa? " tanya papah Tiba-tiba papah ada di hadapanku. "Bukan siapa-siapa pa" jawab bu Karena aku tidak mau bikin papah sama mamah khawatir apalagi ini masalah datang karena aku. Pintu ruang tindakan pun terbuka dan keluarlah dokter,kami pun segera menghampiri. "Bagaimana keadaan anak saya dok? " tanya mamah "Anak anda sudah tidak kritis sekarang masih belum siuman dan kami akan memindahkan nya ke ruang rawat inap" jawab dokter Kami pun merasa lega namun yang bikin aku sedih kaki nya retak jadi mungkin untuk berapa waktu Al tidak bisa berjalan seperti biasa. Setelah pindah ke ruangan aku pun pulang karena mamah menyuruhku pulang. Saat di perjalanan aku tak sengaja bertemu dengan bang Irfan. "Nara,kamu sedang apa di sini? tanya nya " Eh bang Irfan, ini bang Adik saya di rawat di sini"ucap ku "Oh,sudah berapa lama? Tanyanya " Baru hari ini bang,abang sendiri sedang apa? "tanya ku. Namun belum sempat bang Irfan jawab tiba-tiba ada orang yang menghampiri kami saat mendengar suaranya aku pun melirik nya. Ternyata dia Reyhan. " Nara, kamu lagi apa di sini? "tanya nya Aku hanya tersenyum. Sebelum akhirnya aku pamit. " Maaf saya duluan"pamit ku. "Kamu pulang naik apa? " tanya Reyhan Namun belum sempat aku jawab Reyhan sudah menyuruh bang Irfan balik. "Bang lo balik duluan, gue mau anterin dulu Nara? " Ucap nya Dia pun langsung menarik tangan ku begitu saja tanpa menanyakan ketersedian ku. Namun saat dijalan menuju parkiran aku pun segera melepaskan nya. Reyhan pun berhenti dan berbalik menghadap ku. "Ada apa? " tanya "Ada apa kamu bilang? " ucap ku Ku lihat Reyhan menatapku "Aku kan sudah bilang kalau aku sudah tidak mau berhubungan denganmu selama kamu masih ada hubungan sama Donita,sudah cukup aku tidak mau merusak hubunganmu dengan nya, atau menjadi orang ketiga, walau aku sayang ,suka sama kamu tapi aku ga mau jadi pihak ketiga dan membuat orang-orang yang dekat dengan ku terancam" ucap ku "Maksud kamu terancam?" tanya nya Akhirnya aku pun memberitahukan tentang apa yang terjadi selama seminggu ini. "Papah di pecat dan sekarang Al masuk ke rumah sakit karena Donita jadi aku mohon Rey, jangan pernah temui aku lagi" ucap ku "Tapi Ra? ucap nya " Kamu nggak mau kan kehilanganku untuk selama nya sampai kamu tidak bisa melihat ku lagi?"Ucap ku. Reyhan pun menggeleng. "Jadi biarkan aku pulang sendiri" Ucap ku dan pergi dari hadapan nya ternyata Rey tidak mengikuti ku dia hanya diam berdiri melihat ku pergi. Mungkin dia tidak pernah menyangka akan serumit ini. Hati ku sakit pasti tapi aku tidak mau bahagia di atas penderitaan orang-orang yang aku sayang. Saat aku hendak menyetop taksi tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di hadapanku. Saat kaca nya si turunkan ternyata bang Irfan. "Aya Ra naik" ucap nya "Udah nggak usah banyak mikir, cepetan naik" ucap nya lagi Akhirnya aku pun naik "Kok bang Irfan belum pergi? Tanya ku " Gue udah tau pasti kamu tidak akan mau di antar sama Rey"ucap nya "Kok bisa tau? tanya ku " Ya tau lah dari awal kamu liat Rey aja udah kaya yang takut"ucap nya "Keliatan ya bang? " tanya ku "Banget" ucap nya sambil tersenyum. "Serius bang? " ucap ku "Serius lah, padahal asal kamu tau dia itu sangat cinta banget sama kamu, sampai-sampai di berantem mulu sama bokap nya" ucap nya "Nah itu bang yang bikin aku nggak mau bertemu dengan nya" ucap ku "Maksud kamu? " tanya nya "Bukan apa-apa bang" ucap ku "Ya udah kalo emang kamu nggak mau cerita. Akhirnya selama perjalanan hanya kesunyian yang ada bang Irfan tidak bertanya lagi dan aku pun tidak menceritakan semua nya karena aku tidak mau membuat orang merasa kasian atau khawatir pada ku. Akhirnya aku sampai rumah dan aku pun turun dan bang Irfan langsung pergi. Aku masuk dan segera masuk kamar dan sekarang aku menangis dalam sepi karena jujur aku lelah dengan semua ini kalau aku bisa aku ingin menghilangkan rasa ini dari otak dan hati ku, namun apalah daya aku tidak bisa semakin aku mencoba melupakan nya semakin sakit yang aku rasakan. Tak terasa aku menangis cukup lama sampai aku pun tertidur dan saat bangun kulihat jam sudah menunjukan pukul 4 pagi, aku pun bangun dan segera melakukan apa yang harus aku lakukan, aku pun membuat sarapan untuk diantar ke rumah sakit dan waktu tak terasa sudah jam 7 pagi aku pun segera berangkat ke rumah sakit untuk mengantarkan sarapan untuk mamah dan papah. Sesampainya di rumah sakit aku terkejut melihat seseorang yang menurut ku tidak asing tapi siapa. Dia pun menghampiriku "Kamu yang bernama Nara? " tanya nya "Iya saya Nara, ada apa ya pak? " tanya ku "Saya akan memberimu tawaran bagus apa kah mau? " tanya nya "Tawaran apa ya pak? " ucapku "Saya mau kamu pergi dari sini dan jauhi anak saya Reyhan, jika kamu mau,kamu boleh isi cek ini" ucapnya sambil memberikan cek kosong. "Maksudnya apa ya pak? ucapku.. . . Walau aku sedang kesusahan tapi aku tidak akan menukar cinta ku dengan uang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN