Bab 9

973 Kata
Setelah berhenti kerja keseharian ku di rumah cuman rebahan saja atau palingan bantu mamah menyiapkan makanan kalo ada acara pengajian di komplek ini. Seperti saat ini karena aku merasa bosan akhirnya aku pun memutuskan untuk menghubungi Ayu untuk mengajak nya jalan. @Me Lo sibuk nggak? Jalan yu!! Tidak butuh lama pesan ku pun dibalas. @Ayu Kapan? @Me Sore ini kalo lo bisa. @Ayu Ok, tar gue jemput lo ya. Akhirnya setelah mendapat persetujuan Ayu aku pun segera mencari baju yang cocok buat jalan tar sore. Sekarang aku sudah siap dengan penampilan santai saja. Aku pun menunggu Ayu menjemput ku. Tidak lama kemudian Ayu pun datang dan kami pun pergi setelah pamit sama mamah ku. Sesampainya di mall Ayu mengajakku untuk makan dulu karena dia bilang belum makan siang karena tadi dia sibuk ngerjain tugas kuliahnya. "Ra makan dulu yu, gue lapar nih" ajak nya "Emang lo belum makan? tanya ku " Belum, em...makan ayam aja deh biar cepat"ucap nya. Akhirnya kami pun menuju restoran yang Ayu mau.Aku cuman pesan minum saja karena sudah makan saja. "Lo ga pesan makan? tanya Ayu " Gue masih kenyang lah"jawabku. Tiba-tiba saat aku melihat sekitar aku tak sengaja melihat seorang nenek yang sedang duduk di luar restoran ini sepertinya kebingungan. Aku pun pamit pada Ayu untuk keluar sebentar. "Yu,gue keluar dulu ya bentar" ucap ku. "Ngapain lo? tanya nya " Ada deh tar juga lo liat sendiri"jawab ku Aku pun beranjak dan langsung menghampiri nenek itu. Saat sudah dekat aku pun menyapanya. "Maaf nek, aku boleh duduk di sini? tanya ku Dia pun menoleh dan langsung tersenyum. " Boleh kok"jawab nya Aku pun duduk dan mencoba untuk mengobrol. "Maaf kalo saya boleh tau nenek sedang apa disini? tanya ku " Saya sedang berusaha menghubungi anak saya karena tadi mereka bilang akan pergi sebentar"ucap nya "Oh...emang mereka mau kemana dulu nek? tanya ku " Kata nya sih mau ke toko perhiasan dulu"Ucap nya lagi Nenek ini memang tidak kelihatan seperti orang biasa malahan dari penampilan dan baju yang dipakainya seperti orang kaya. "Kamu sendiri sedang apa disini? tanya nya " Saya lagi jalan-jalan saja namun sekarang sedang menunggu teman saya lagi makan"ucap ku. "Saya diberi ponsel ini untuk menghubungi mereka jika saya sudah mulai bosan,namun saya tidak bisa menggunakan nya" ucap nya. Akhirnya ku ambil ponsel tersebut dan aku utak-atik ponselnya. Namun saat akan aku buka kontak nya tiba-tiba ada telepon masuk namun yang bikin aku aneh foto yang menampilkan penelpon aku kenal dan itu adalah Reyhan. Aku pun segera memberikan nya pada nenek. "Nek ini ada telepon" ucap ku Dia pun mengambilnya dan sudah aku angkat juga. "Ya halo" ucap nya "..........." "Nenek masih di mall, nunggu adik mu" ucap nya ".............." "Sekarang nenek sedang ditemani gadis cantik yang baik" ucap nya Aku pun melirik nya. Namun saat nenek sedang sibuk menelpon tiba-tiba Ayu datang menghampiri ku. "Lo kok malah nggak balik sih? tanya nya Seketika nenek itu pun melirik ke arah Ayu "Ayu,kamu sedang apa disini? tanya nya Aku hanya bingung jadi mereka sudah kenal. " Nenek, nenek ngapain di sini? tanya nya "Nenek tadi kesini di ajak Donita tapi sekarang dia entah kemana" ucap nya. "Lagian ngapain sih nenek mau di ajak sama dia? tanya Ayu Aku hanya menyimak dan akhirnya acara jalan kami batal karena Ayu mau mengantarkan nenek pulang. Ternyata dia nenek nya Reyhan jadi wajar kalo Ayu tau. Setelah sampai di rumah Nenek aku tidak ikut turun karena aku tidak mau bertemu dengan Reyhan. Ayu pun sudah balik dia tidak lama. "Yu, lo ko bisa tau kalo dia nenek nya Reyhan? tanya ku saat di perjalanan " Aku tau karena dulu sering ikut acara makan bersama papah"jawab nya. "Lo kenapa ga ikut turun tadi? " tanya nya "Gue nggak mau bertemu sama Reyhan" ucap ku "Kenapa? " tanya nya "Aku engga mau cari masalah sama calon tunangannya" ucap ku Sepertinya Ayu mengerti karena dia tidak bertanya lagi. Akhirnya aku pun sampai rumah, namun saat sampai di rumah aku melihat mamah papah dan Al adikku sedang berkumpul. ada apa? aku pun berjalan mendekatinya. "Mah, pa, Al ada apa kok kalian sepertinya sedih? tanya ku Papah melirik ku. " Kamu duduk dulu"titah nya Aku pun duduk dan menunggu papah bersuara lagi. Ku lihat papah menarik nafas dalam sebelum bicara. "Papah di pecat dari kantor? ucap nya Seketika aku merasa tersambar petir mendengar berita yang papah kasih tau. " Kok bisa sih pa, papah buat salah apa? tanya ku "Maaf sayang papah udah membuat rugi perusahan dan papah masih bersyukur karena mereka tidak meminta ganti rugi" ucap nya lagi "Ya udah kalo begitu biar Nara yang cari kerja pa" ucap ku "Tidak usah sayang, karena mungkin kita akan pindah ke Bogor ke kampung halaman mamah mu" ucap papah. "Kenapa harus pindah pa? tanya ku. " Karena papah akan menjual rumah ini"ucap nya "Kenapa di jual pa? tanya ku " Karena papah tidak bisa membayar cicilan rumah ini lagi, dan ini yang terbaik buat kamu"ucap papah "Buat aku pa, maksud nya? tanya ku " Karena papah mau kamu lupain Reyhan"ucap nya lalu berdiri dan pergi Aku hanya bisa diam karena belum bisa mengerti dengan ucapan papah. Aku pun melirik mamah untuk meminta penjelasan nya. "Papah mu selama ini kerja di perusahaan papanya Reyhan dan papah nya Reyhan tau kalo kamu anak dari papah jadi dia membuat papah terlihat salah karena membuat rugi perusahan jadi atasan papamu bisa memecatnya" ucap mamah Sekarang aku ngerti jadi semua ini salahku. Akhirnya aku pun mengikuti keputusan papah mungkin dengan pergi dari sini aku bisa lupain dia, Kecuali memang Reyhan di takdir kan untuk ku. Sejauh apapun aku pergi pasti akan dipertemukan lagi. Namun aku tetap merasa sedih karena harus pergi dari sini tempat yang menurutku banyak kenangan. Siang nya aku sudah mulai membereskan barang yang akan dibawa pindah. Apa aku sanggup untuk meninggalkan kota ini. dan tinggal di tempat baru.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN