Setelah pertemuan itu sekarang aku tau kalo Reyhan juga punya perasaan yang sama namun masalah nya aku dan dia tidak bisa bersatu karena dia sudah terikat dengan janji kepada papanya untuk bertunangan dengan Donita.Akhirnya aku putuskan untuk keluar kerja dari kafe itu karena kau tidak mau menjadi orang ketiga di antara mereka. Aku pun meyakini takdir Allah kalo emang aku berjodoh dengan Reyhan pasti akan ada jalan untuk aku bersatu sama dengan nya.
Pagi ini aku sudah bersiap untuk pergi kerja dan aku akan bicara kepada bang Irfan untuk berhenti kerja. Saat jam istirahat aku pun menemui bang Irfan untuk berbicara aku pun menuju ruangan nya dan ku ketuk pintu.
"Ya masuk saja" ucap nya
"Lo Nara, ada apa? ucap nya lagi
" Ini bang ada yang mau gue bicarakan"ucap ku
"Masalah apa Nara? tanya nya
" Aku mau ngajuin buat berhenti kerja bang"ucap ku
"Berhenti,kenapa berhenti, kamu sudah tidak betah kerja di sini?" Tanya nya
"Bukan bang, ada masalah lain yang harus dihindari bang" ucap ku
"Ya udah itu terserah lo,kapan lo akan mulai berhenti? tanya nya.
" Mungkin hari ini terakhir bang"ucap ku
"Oh ok kalau mau kamu begitu,nanti sebelum balik ke sini dulu ok" ucap nya
Aku hanya mengangguk dan setelah beres aku keluar dan segera melanjutkan pekerjaan ku. Saat tibanya pulang aku pun menemui bang Irfan dia ruangan nya sesuai perjanjian siang tadi.Setelah beres saat keluar dari dari kafe aku di buat terkejut karena melihat Reyhan sedang di cium oleh Donita walau cuman sekilas tapi itu membuat aku sakit karena ingat ucapan Reyhan.
Apa semua laki-laki seperti itu lain di bibir lain di hati. Namun sepertinya Reyhan pun kaget saat melihat ku karena dia langsung sedikit mendorong Donita. Aku pun melanjutkan untuk menuju motorku dan segera pergi dari sana.
Namun saat sampai di rumah bayangan kejadian itu selalu melintas dan membuat hati ku sakit banget sampai tak terasa air mata ini keluar begitu saja. Aku pun menangis sampai ketiduran, aku kebangun saat mendengar ketukan pintu saat ku bangun aku merasa kepalaku pusing namun ku paksakan bangun untuk membuka pintu namun saat pintu terbuka pandanganku tiba-tiba gelap dan entah apa yang terjadi. Karena saat ku buka mata aku merasa aneh dengan ruangan ini dan bau ini,ku melihat mamah duduk di sebelahku aku pun memanggilnya.
"mah....mah..?
mamah pun melirik ku
" Ada apa sayang kamu haus? tanya nya.
"Ini dimana mah? tanya ku
" Kamu di rumah sakit sayang karena semalam kamu pingsan"ucap mamah
"Pingsan mah, kok bisa? tanya ku
" Dokter bilang kamu kecapean dan banyak pikiran"ucap mamah
"maafin Nara mah udah bikin mamah khawatir" ucap ku
"Enggak apa apa sayang yang penting kamu sudah sadar. "ucap mamah
"Iya mah" jawabku.
"kamu makan ya sayang? titah mamah
" iya mah"jawabku
Saat aku baru beres di suapi mamah tiba-tiba kamar inap ku di buka dengan buru buru. menampil kan ayu dengan napas ngosngosan kaya habis maraton aja,
"Lo nggak apa apa kan Nara? " tanya Ayu
" Gue engga apa apa ko yu, cuman telat makan aja ko"ucap ku mencoba berbohong.
"Serius,lo bukan karena Reyhan kan? Ucap nya
"Bukan lah apa hubungan nya"kelakar ku.
" Ya syukur deh kalo gitu"ucap nya
Akhirnya aku dirawat selama dua hari karena lambungku kambuh lagi.Kalian pasti tau lah penyakit orang banyak pikiran nggak jauh dari lambungkan. Selama dua hari itu aku tidak pernah pegang ponsel karena pasti banyak chat dari Mila dan yang lain.
Akhirnya saat buka dan k****a satu persatu dan ku balas mereka akhir nya mengerti.
Sudah seminggu sejak pulang dari rumah sakit.Hari ini Mila ke rumah karena libur.
"Ra lo kenapa harus berhenti kerja sih? tanya nya
" Ya gue mau tinggal sama nenek ku di desa, kasian dia udah tua tapi hidup sendiri"Alasan ku.
"Gue pasti akan kangen dong sama lo" ucap nya.
"Kan bisa telpon, Mil pak Reyhan suka ke kafe? tanya ku
" Udah seminggu nggak ada"jawab nya
Tanpa terasa sudah sore dan Mila pamit untuk pulang.
Setelah kepulangan Mila tiba-tiba mamah masuk dan memberitahu bahwa ada Reyhan datang. Aku pun kaget ngapain dia kesini.
"Dia mau ngapain ke sini mah? tanya ku pada mamah
" Ya mamah mana tau sayang, udah sana temui"ucap mamah.
Akhirnya aku pun menemuinya.
"Maaf kamu mau ngapain kesini? tanya ku
" Ada hal yang mau aku tanya kan pada mu"ucap nya.
Akhirnya aku pun duduk, ya sekarang cuman aku berdua karena meninggalkan kami berdua.
"Kenapa kamu resign?" tanya nya
"kamu mau menghindar dari ku kan? tanya nya lagi
Belum sempat aku jawab udah naya lagi aja.
" Buat apa aku menghindar"ucap ku
"Ya terus kalo bukan menghindar apa lagi? tanya nya.
" Aku cuman ingin kamu bereskan masalah pertunangan mu tanpa harus aku berada di dekatmu karena aku nggak mau saat kalian putus di jadikan alasan nya"ucap ku
"Aku tau Ra, tapi aku mohon jangan pernah pergi jauh dari ku" ucap nya
"Kita lihat nanti kalo kita berjodoh pasti akan bertemu lagi" ucap ku.
"Tapi" ucapnya
"Sekarang kamu fokus dengan masalah mu ok" ucap ku
Akhirnya Reyhan mau menerima keputusan ku dan dia pun pulang.
Saat aku termenung tiba-tiba mamah menghampiri ku.
"Ra, apa kamu sangat mencintainya? tanya mamah
" Entahlah mah, aku juga bingung"ucap ku
"Kenapa bingung? tanya mamah
" Karena setiap aku akan mencoba melupakan nya dan menerima orang lain tapi selalu ada jalan buat tidak dekat dengan yang lain"ucap ku
"Tapi mamah merasa dia juga sangat mencintaimu" ucap mamah
"Mungkin mah karena dari dulu dia yang selalu bela aku kalo aku di bully dan bahkan dia yang mau deket dengan ku" ucap ku
"Mamah akan mendukung semua keputusan mu sayang" ucap nya
Aku sangat bahagia mempunya mamah seperti dia karena sangat perhatian dan tidak pernah menuntutku untuk macam-macam.
Keputusan ku untuk berhenti kerja adalah untuk menghindar dan sementara waktu akan diam di rumah saja sampai aku dapat kerjaan baru atau mungkin nunggu seseorang melamarku jadi seorang istri.. .
Entah apa yang akan terjadi kedepan nya nanti apa aku bisa bersatu sama Reyhan.