Satu kantor

1536 Kata

Pagi ini Dika bersemangat datang ke rumah Nadia, ia sengaja ingin mengantar Bobi sekolah. Walaupun kedua orang tuanya menentang hubungannya dengan Nadia, Dika yakin kalau suatu saat orang tuanya akan menyetujuinya. Bukan tanpa alasan, ayah dan ibu Dika menentang hubungan Dika dengan Nadia karena Nadia adalah pewaris tunggal Jaya Group. Orang tua Dika tidak ingin anaknya dicap sebagai pria mata duitan melihat kondisi Nadia yang janda dan sudah memiliki anak, sementara Dika masih single sampai sekarang. Dika mencoba memahami cara pandang orang tuanya, bukan karena mereka tak menyukai Nadia, tapi karena sadar kalau kasta mereka berbeda. "Ayo sarapan dulu, Dik." pinta Nadia yang kini sibuk menyiapkan piring dan sendok di meja makan. "Masak apa ini?" tanya Dika dengan senyum manisnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN