Penolakan

1355 Kata

Satria duduk di ranjang, menyapu wajahnya dengan kasar menggunakan kedua tangannya. Nafasnya terdengar lebih cepat, matanya terpejam sesaat lalu ia memilih untuk membanting tubuhnya di ranjang. "Apa yang harus aku lakuin? Apa ini karma? Diselingkuhi selingkuhanku, cuih." ucap Satria yang kini menatap langit-langit kamarnya yang didominasi warna putih. "Ini mungkin belum seberapa, aku yakin Dia merasakan yang lebih sakit dari apa yang aku rasain." lanjutnya, suaranya lirih, terdengar frustrasi. Satria memaksa mengingat kembali ketika pertama kali ia mengenal Nadia. Gadis SMA yang tak sengaja ia temui di jalan setelah ia pulang kuliah. Wajah Nadia sangat ayu, alisnya yang tebal dan bibirnya yang tampak ranum mampu membuat getaran di dalam hati Satria. Semua berjalan lancar dengan Nad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN