Sesampainya di rumah Nadia, Dika langsung berpamitan karena tahu kalau Nadia dan Bobi akan tidur siang. "Aku pulang dulu ya." ucap Dika pelan, Nadia mengangguk. Sementara Bobi sudah berlari masuk ke dalam rumah karena kebelet buang air kecil. "Hati-hati ya, terima masih buat hari ini." ucap Nadia sambil menampilkan senyum manisnya. "Boleh minta cium?" tanya Dika tiba-tiba, Dika memberanikan diri bersikap agresif karena bagaimanapun Dika laki-laki normal. Kalau Nadia menolak, tak masalah baginya, tapi kalau Nadia mengizinkannya tentu saja Dika akan senang sekali. Nadia membelalakkan matanya, tangan kanannya langsung mengepal lalu memukul lengan kiri Dika. Dika mengaduh lirih, sebenarnya pukulan Nadia juga tak terlalu menyakitkan, ia hanya bersikap manja. "Kamu lupa aku sama mas

