Di kediaman Pras, Bobi seperti menemukan mainan baru. Ada banyak barang milik Pras yang disukai Bobi. Mulai dari koleksi gitar dan ada lagi koleksi motor jadul yang terpajang rapi di teras belakang rumah Pras. "Om, itu cuma buat pajangan aja?" tanya Bobi. Pras membawakan Bobi minuman dingin dan beberapa camilan. "Dih, ngeledek lagi. Hidup dong, Om masih suka pakai. Cuma jarang aja sih, sayang banget, Om beli itu dengan harga mahal loh." sombong Pras. "Buat Bobi aja ya, Om." Pras membulatkan matanya, membuka mulutnya dan memutar bola matanya berulang kali. "Kalau nggak boleh, Bobi nggak kasih izin Om buat jadi papa baru Bobi." ancam bocah laki-laki itu, Pras menggertakkan giginya menahan kesal. "Udah deh, kalau punya anak yang langsung gede, begini nih, kalah. Mau tanding apa pun,

