Satria lebih dulu sampai di kantor pusat. Kini ia yang mengganti posisi Nadia sebagai Direktur Utama untuk sementara. Walau ia tahu, meninggalkan Nadia sendiri mengurus Jaya Group adalah hal yang sulit untuk ia lakukan, Satria tetap berpikir untuk mengundurkan diri suatu saat nanti. Ketika Satria masih bergelut dengan berbagai pekerjaannya di meja kerja, Nadia mengetuk pintu. "Masuk." ucap Satria pelan, "Selamat Pagi, Pak." sapa Nadia yang sengaja meledek Satria. Satria tersenyum lebar, mendapati mantan istrinya yang tampil cantik pagi ini. Ia tak menyangka kalau Nadia akan datang ke kantor, Nadia memang tak memberi tahu Satria hal itu. "Kenapa? Kamu berubah pikiran? Nggak rela ninggalin singgasana kamu ini?" tanya Satria pada Nadia yang kini duduk di hadapannya. Nadia mencebik

