"Lo bisa nggak, sih, berhenti senyum-senyum kayak orang kurang sehat!" Pagi-pagi sekali, kediaman orang tua Simi sudah berisik di meja makan. Laras baru saja bergabung, duduk di kursi seberang berhadapan dengan sang adik. "Dih, biarin!" Simi tidak mau kalah rupanya. "Lo harusnya ikut senang karena gue udah nggak jomlo lagi!" lanjutnya, menaikan suara lebih tinggi. "Lo mah, aneh, adiknya lagi senang malah ngomel." Bagaimana tidak, Laras sampai lelah sendiri melihat Simi terus tersenyum sejak semalam. Alasan di balik senyum lebar Simi adalah sosok Remix, CEO tampan yang telah diincar adiknya cukup lama. Jangan salahkan Simi jika sedari tadi terus menyunggingkan senyum. Simi tidak bisa menahan gerakkan bibirnya walau ia telah berusaha. Bagaimana cara menahannya coba? Mana bisa! Sebe

