Pintu mahoni itu tertutup dengan dentuman yang pelan, namun bagi Alisa, suaranya terdengar seperti palu hakim yang menjatuhkan vonis mati atas hatinya. Di balik pintu itu, suara Damian masih terdengar samar, dingin, penuh perhitungan, dan tanpa ampun. “Jangan biarkan dia terlalu dekat, Leo. Keintiman malam itu hanya cara untuk memastikan aset itu tidak mencari celah untuk melarikan diri. Perempuan seperti dia hanya butuh sedikit perhatian untuk menjadi patuh. Pertahankan ilusi itu sampai kesepakatan dengan Sisilia selesai.” Langkah Alisa terhenti di koridor yang sunyi. Dunia seolah berhenti berputar. Udara di sekitarnya mendadak menjadi sangat dingin, membekukan oksigen yang ia hirup. Satu jam yang lalu, ia masih merasakan sisa kehangatan tangan Damian di kulitnya. Ia berpikir luka di

