Malam itu, perjalanan pulang dari ballroom menuju Mansion Corvus terasa seperti sebuah prosesi penguburan massal bagi akal sehat. Di dalam kabin Rolls-Royce yang kedap suara, atmosfer terasa begitu padat hingga oksigen seolah enggan masuk ke paru-paru. Alisa dan Damian duduk di kutub yang berlawanan, ujung kanan dan ujung kiri kursi belakang yang luas. Tidak ada kata-kata. Hanya ada deru mesin yang halus dan sisa-sisa aroma parfum yang mulai memudar, menyisakan bau tembakau yang menusuk dan sisa alkohol yang tajam di udara. Lampu-lampu jalanan yang melintas cepat memantul di wajah Damian, menciptakan siluet yang kaku dan tajam. Damian terlihat lebih tegang dari biasanya. Tangannya yang bersarung kulit menggenggam lututnya begitu erat hingga kain celana bahannya berkerut parah. Rah

