"Lo gak apa-apa?" Kaila menoleh saat Kendra menepuk pundaknya dari belakang. "Apanya?" Beonya. Kendra berdecak dan mengambil duduk di kursi dekatnya. "Tadi Haikal bilang ke gue, katanya Lo sama dia lagi tengkar." Tatapan Kaila yang semula lurus ke layar komputer mendadak terarah pada Kendra yang menatapnya ingin tahu. Menghela nafas panjangnya, ia mengangguk lesu. "Iya, gue sama Haikal tengkar. Emangnya dia bilang apa aja ke Lo?" Tanyanya. Kendra mengedikkan bahunya acuh. "Tadi dia ke rumah gue ambil power banknya yang gue pinjem, terus dia bilang tengkar sama Lo. Udah sih, itu aja." "Oh." "Dia kayaknya lagi sibuk banget." "Bukan urusan gue," jawab Kaila acuh. Kendra tersenyum miring. "Yakin bukan urusan lo?" "Maksud Lo?" "Nih, baca!" Kendra menyodorkan ponselnya yang

