Mood Kaila perlahan membaik setelah bertemu Haikal di alun-alun. Setidaknya Kaila bisa bernapas lega kenapa pesannya diabaikan oleh Haikal. Haikal tidak selingkuh seperti yang dipikirkannya. Lelaki itu justru bermain futsal hingga lupa segalanya. Kaila tidak masalah dilupakan oleh Haikal karena futsal, asal jangan dilupakan karena ada yang lain. Haikal membuntuti Kaila dari belakang untuk memastikan Kaila sampai di rumah dengan selamat. Pantang bagi Haikal membiarkan Kaila pulang sendiri. Haikal tidak mau terjadi sesuatu pada pacar uniknya itu. Tiba di depan rumah Kaila, Haikal menghentikan sepeda motornya, menunggu Kaila masuk ke rumah. Bukannya langsung masuk rumah, Kaila justru menghampirinya. "Gak mau mampir dulu?" Haikal menggeleng. "Langsung pulang aja, udah malem. Masuk sana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


