“Lo memang bukan tipe gue. Tapi gue bisa apa kalau takdir menuliskan kalau pasangan gue adalah Lo. Lo emang gak secantik mantan-mantan gue sebelumnya, tapi gue gak bisa apa-apa selagi hati gue memilih Lo dan mata ini melirik ke lo seorang. Takdir seindah dan selucu ini. Gue dan Lo dipersatukan setelah gue dengan songongnya menolak Lo mentah-mentah seolah melupakan kuasa takdir yang bertindak diluar batas akal manusia.” “Lo nyesel jatuh cinta dan berjuang buat gue?” Haikal menggeleng keras. “Untuk apa gue menyesal sedangkan hati gue sudah memilih Lo. Dan pilihan hati gue sudah mutlak karena semua berjalan sesuai takdir. Lagian, gue gak ada waktu buat menyesali semuanya karena gue lebih fokus membahagiakan Lo.” Kaila terhenyak. Perasaannya menghangat dan bahagia secara bersamaan bisa d

