"Ngapain kesini?" Tanya Kak Iwan tenang kala melihat Kaila yang duduk di kursi panjang dekat kelasnya. Kaila menoleh dan langsung beranjak dari duduknya saat melihat sosok Kak Iwan yang berdiri di sampingnya sambil bersedekap d**a. Jangan lupakan tatapan Kak Iwan yang lurus ke depan, seolah-olah tidak sudi menatapnya. "Aku nungguin kakak," ujar Kaila dengan senyum tipis menghiasinya bibir manisnya. Iwan menoleh sekilas pada Kaila sebelum pada akhirnya mengambil langkah meninggalkan Kaila yang menatap tidak percaya kepergian Iwan. Tidak mau masalah semakin berlarut-larut, Kaila mengambil langkah menyamai langkah kakinya dengan Kak Iwan. Agak susah memang mengingat langkah lebar Kak Iwan yang tidak setara dengan langkahnya yang pelan. "Mau kamu apa, sih?!" Tanya Kak Iwan dengan nada sua

