Bab 64. Ke Pelaminan

1247 Kata

Airin menatap ke arah Kinanti lekat. Airin memilih bersikap biasa saja saat Kinanti menatapnya. Begitu juga dengan Verrel yang menatap ke arah Kinanti ibunya dengan tatapan dingin. Dia tidak sedikitpun menyapa hanya menatap saja setelah itu dia membuang wajahnya. Kinanti langsung duduk tangannya bergetar saat melihat nama yang tertera di sana. "Tidak mungkin Verrel pelakunya. Bagaimana bisa dia menerorku. Apa salahku? Apa masa lalu? Bukankah itu sudah berlalu. Kenapa dia masih mengungkitnya, apa karena wanita itu? Apa karena Airin yang menghasutnya sehingga dia menerorku tapi ini berhubungan dengan mas Bramantyo." "Tidak...tidak, aku yakin bukan Verrel pelakunya," ucap Kinanti dalam hati dan menggelengkan kepala tidak percaya kalau Verrel pelaku peneror yang selama ini mengganggu dirin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN