"Anda tidak berhak untuk mengatur hidup saya. Ibu saya sudah meninggal saat saya dilahirkan. Saya tidak punya ibu. Paham itu! Dan jangan pernah mengakui ibuku. Dan jangan atur kehidupan pribadi aku. Aku mau dengan siapapun itu hak aku, paham kamu, Kinanti!" Verrel benar-benar murka dia benci dengan apa yang terjadi. Tidak ingatkah Kinanti saat dulu dia meminta Kinanti untuk tidak pergi dan memintanya untuk ngajak dirinya pergi juga bersama dirinya tapi apa? Kinanti malah tidak mau. Dan Kinanti mengatakan hal yang menyakitkan padanya. Dan siksaan demi siksaan yang dia terima terus teringat di pikiran Verrel dan sekarang Kinanti malah berkata seperti itu. Tentu saja dia tidak suka dan dia marah karena saat ini Kinanti malah mengatur hidupnya. "Kamu tidak boleh seperti itu, dia ibumu bag

