Bab 41.

1222 Kata

Kinanti gugup saat ditanya seperti itu dengan sahabatnya. Wajah Kinanti terlihat sangat berbeda dia seperti orang yang terlihat tidak sehat, pucat pasi dan berkeringat. "Mati aku. Aku salah bicara sepertinya. Aku pasti dibenci olehnya. Tapi, dari mana dia tahu apa dari Airin? Sial! Airin itu memang mulut berbisa. Awas kamu Airin," geram Kinanti. "Kenapa diam? Bukannya kamu katakan Airin jadi pelakor anakmu. Aku tanya ke dirimu tapi kamu malah diam. Apa aku salah? Atau kamu salahkan Airin lagi?" tanya Nyonya Marcella dengan wajahnya yang datar dan geram karena dengan Kinanti. Masa bodoh Airin marah padanya. Asalkan dia puas. Bisa mengeluarkan semua beban dihatinya. Orang boleh hina dia atau sakiti dia tapi tidak dengan Airin. Dia tidak mau itu. Dia ingin Airin dihina seperti yang Kina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN