Kedua tanganku terkepal dengan erat saat melihat Mas Panji dan Amira berpelukan dengan erat di depan kamarku. Bukan hanya itu saja, Amira juga berani menciumi bibir Mas Panji di depan sana. Entah karena tidak sengaja atau memang Mas Panji sengaja ingin menunjukkan kemesraannya dengan Amira di depanku, dia tidak benar-benar menutup pintu kamarku dengan rapat. Mas Panji menyisakan sedikit celah agar aku bisa melihat keadaan di luar sana yang berhasil membuat amarah seakan menguasai diriku. 'Aku tahu mereka sekarang adalah sepasang suami istri, akan tetapi bisakah mereka tidak menunjukkannya secara terang-terangan di depanku seperti ini?' 'Mas Panji benar-benar tidak bisa menjaga perasaanku sedikit saja!' Perlahan, aku kembali bangkit dan berjalan mendekati pintu kamarku lalu setelahnya m

