Maya POV ‘Rasakan kamu, Mas! Memangnya kamu pikir aku masih sudi untuk kamu sentuh seperti dulu saat kamu belum menghadirkan Amira dalam pernikahan kita?’ ‘Tidak, Mas! Silahkan saja kamu suruh selingkuhanmu itu untuk melayani mu bersama dengan seluruh nafsu yang kamu miliki itu, aku tidak sudi lagi melayani mu seperti dulu!’ Kedua sorot mata Mas Panji terlihat sangat kecewa dengan apa yang aku katakan, padahal aku tahu persis saat ini pasti dia sudah berada di ujung nafsunya yang ingin segera dituntaskan denganku, tapi aku tidak peduli. Lagi pula siapa yang bisa menjamin Amira tidak akan membawa penyakit untuk Mas Panji saat dirinya berhubungan dengannya? Aku bukan wanita yang mau berbagi semuanya dengan wanita lain, mungkin saja aku masih bisa menerima jika aku dan Amira berbagi soso

