Jadi penguasa rumah

510 Kata
Aku sudah menghubungi pengacara serta menanyakan tentang semua hak yang aku miliki jika aku bercerai dengan Mas Panji, oleh karena itu seluruh aset yang ada adalah atas namaku dan semua harta yang kami miliki adalah hartaku, maka jika kami berpisah pun mas Panji tidak akan memiliki hak apapun atas semua harta yang ada di rumah ini beserta aset-asetnya. Oleh karenanya aku juga sangat yakin kalau Mas Panji pasti tidak akan sedikitpun mencari masalah denganku, dia juga tidak akan pernah melepaskan aku karena jika dia melakukannya, maka otomatis dia tidak akan mendapatkan apapun dari yang kita miliki saat ini. Aku tahu kalau kamu sebenarnya bersedia menikah dengan Mas Panji hanya karena kamu berpikir bisa menguasai seluruh harta yang dimiliki oleh suamiku itu, Amira! Aku tahu kamu tidak setulus itu untuk menerima Mas Panji dan menjadi istrinya, apalagi Mas Panji juga tidak tampan, wajahnya biasa saja. Lalu apalagi yang bisa dilihat dari pria itu selain harta yang sebenarnya bukanlah miliknya itu? Semua sudah menjadi milikku, ada dalam genggamanku dan aku tidak akan membiarkan kamu menguasai segalanya, Amira! Jangan karena Mas Panji mencintaimu dan kamu merasa menang lalu bisa menguasai segalanya, kamu tidak tahu saja kalau semua yang kami miliki ini adalah milikku! Setelah tubuh Amira sudah tidak lagi terlihat di depan sana, aku bergegas untuk kembali masuk ke dalam rumah. Bersantai dan bermalas-malasan sepanjang hari mungkin akan sangat menyenangkan, lagi pula sudah cukup lama juga aku tidak melakukan semua itu. Saat melewati kamar tamu, tidak sengaja aku melihat tubuh Mas Panji yang telah terkapar tidak berdaya di atas ranjang dengan pakaian yang masih melekat sama seperti saat dia pergi semalam dari celah pintu yang masih terbuka. Sepertinya Mas Panji benar-benar sangat lelah hingga membuatnya tidak sabar untuk sekedar mengganti pakaian yang dikenakan olehnya. Ck, kasihan sekali kamu Mas! Berharap bahagia dan bisa membuatku merana karena menikah dengan wanita lain, tapi malah mendapat sengsara dihari pertama memperkenalkan Amira kepadaku! Seandainya saja kamu tidak bermain api di belakangku dan bersikap seperti seorang suami yang baik seperti seharusnya, mungkin kamu tidak akan pernah merasakan rasanya tidur di emperan toko padahal ada rumah yang cukup besar dan sangat nyaman. Akan tetapi kebodohanmu itulah yang membuat kamu harus merasakan semua itu, kebodohanmu yang membawamu pada kehancuranmu sendiri! Tak ingin terus memperhatikan Mas Panji yang masih terlelap dalam tidurnya, aku segera melangkahkan kakiku ke dalam kamar utama di rumah itu dan kemudian memejamkan kedua mata bersiap untuk tidur tanpa peduli dengan Amira yang baru pulang dari pasar. Aku juga sudah membayangkan betapa nikmatnya nanti ketika bangun tidur dan sudah menemukan makanan yang bisa dimakan untuk mengganjal perut yang kelaparan, tentu saja Amira juga yang harus memasak makan siang mereka nanti. Sementara aku, aku hanya akan menjadi seorang pemimpin dan penguasa yang akan mengendalikan semua yang ada di dalam rumah ini. Tidak akan aku biarkan perempuan itu yang menguasainya, tetapi kurasa tidak masalah kalau Amira ingin menguasai Mas Panji seorang diri, lagi pula aku juga tidak terlalu membutuhkan dia dalam hidupku! Laki-laki yang menjadi suamiku itu tidak berkontribusi apapun dalam hidup ku, selain menyakiti dan juga membebani ku saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN