Rafael mematung dalam posisi duduknya. Matanya tak berkedip memandang Raline yang sedang menangis di hadapannya. Raut wajahnya menunjukan keterkejutan yang luar biasa. Rafael tampak tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bak sambaran petir di siang hari, kalimat yang baru diucapkan Raline membuat Rafael diam tertegun dalam syok yang hebat. Raline sukses membuatnya tak sanggup mengatakan apapun. Ia masih tak percaya bagaimana mungkin keadaan menyakitkan ini tercipta diantara mereka. Semula Rafael percaya masa depan akan indah dengan Raline. Ia sanggup menghapus air mata gadis itu dengan senyuman. Namun detik ini Rafael meragu akan dirinya sendiri. Ia meragu untuk bertahan atau meninggalkan. Kehamilan yang baru diucapkan Raline telah menghujam hatinya begitu hebat. Ra

