Raline merasa hari-harinya kini terasa sempurna. Begitu indah, hingga berkali-kali takut ini hanyalah sebuah mimpi yang terasa nyata. Ia memiliki pria yang memperlakukannya dengan baik. Begitu menyayangi dirinya dan bukan hanya tertarik dengan tubuhnya. Peduli akan perasaan dan kenyamanan hatinya. Sungguh sangat berbeda dengan perlakuan yang diterimanya dari Miko dahulu. Raline tidak tau apakah ia pantas menerima kebaikan Rafael. Namun hatinya saat ini tak akan sanggup untuk menyuruh pria itu pergi menjauh. Raline sadar, ia butuh Rafael. Ia tak bisa membayangkan bagaimana hari-harinya tanpa kehadiran pria itu. "Lagi ngelamun apa?" Rafael meletakan secangkir kopi dihadapan Raline. Raline tersenyum dan mulai meneguk kopi itu. "Enggak kok. Aku cuma lagi mikir, kayaknya besok harus udah mul

