Annisa hanya tersenyum melihat interaksi mereka yang sangat santai, ada baiknya mereka jadi klop dan tidak banyak debat karena sudah berdamai. Karakter asli Dewi sebagai orang yang dasarnya ceria mulai kembali lagi setelah sekian lama ia memendam keceriaannya karena beban yang ia tanggung tersebut. Memang dalam beberapa aspek Kevin menyebalkan, akan tetapi kalau Dewi tidak cerewet dan melayani ketengilan Kevin, pertengkaran tak akan terjadi. Kini Kevin pamit pergi, sementara Annisa tetap di sana menemani sahabat tercintainya. “Eh lo kok gak cerita kalau lo ketemu Kak Adrew?” tanya Dewi. Annisa menggeleng dengan tatapan kosong dan ekspresi skeptisnya, “Aku cuma menganggap itu gak penting makanya gak perlu kasih tau.” “Tentu aja penting, Nis!” ujar Dewi agak kencang membuat Annisa terk

