Sebuat tamparan keras mendarat di pipi kanan Yarra, meluruhkan semua pertahanan perempuan itu ia duduk bersimpuh di kaki mertuanya, sama seperti tiga tahun yang lalu saat Tirta hendak meninggalkannya, dan oada saat itu Broto-lah yang bersikeras membelanya. Namun, saat ini tidak akan ada yang membelanya lagi, satu - satunya orang yang mempercayainya kini sudah sadar akan semua kesalahannya. "Kali ini kamu memang sudah benar - benar keterlaluan Yarra, Papa enggak akan pernah bisa memaafkan kamu jika terjadi sesuatu pada Allea!" Broto menarik paksa kakinya dari pelukan Yarra yang tengah menangis tersedu. "Maafin Yarra, Pa. Ma, Yarra mohon. Yarra melakukan semua ini karena Yarra sangat mencintai Mas Tirta. Yarra enggak rela Mas Tirta menikah lagi!" ujar Yarra sambil terus menangis, bertump

