"Pak, Pak, tolong berhenti sebentar." Seorang wanita menepuk pundak sopir taksi yang membawanya membelah riuhnya jalanan ibu kota. Bayi yang baru tiga minggu lalu berada dalam gendongannya tertidur lelap, tanpa tahu tentang kegundahan dalam hati sang ibunda. Taksi itu berhenti di bahu jalan, tidak lama kemudian pintu bagian penumpang terbuka, seolah tidak mempedulikan panasnya matahari yang menyinari ia melangkahkan kaki menuju beberapa meter jarak yang telah tertinggal, bayi dalam gendongannya menggeliat mungkin karena merasakan pergerakan sang ibunda atau mungkin karena merasakan sengatan matahari di kulit putihnya. Wanita itu berjalan cepat tidak mau sang surya terlalu lama menyapa langsung ia dan buah hatinya, langkahnya terhenti di pinggir trotoar yang sedikit ternaungi bayangan

