"Ma, Ma. ... tunggu Papa dong, Ma!" Broto mengejar langkah istrinya yang telah menjauh. Sang sopir telah menunggu di teras lobi kantor Tirta pintu pun telah terbuka lebar agar sang Nyonya besar bisa masuk, Broto mengikuti istrinya yang telah lebih dulu duduk di kursi belakang. "Apa, sih, Pa?" tanya Santi melihat suaminya yang seperti anak kecil. "Mama mau ke mana?" tanya Broto tegas. "Mama mau ada acada pertemuan sama temen-temen lama, sekalian membahas bisnis? Kenapa?" Santi tidak menunggu jawaban suaminya, pertanyaan kenapa yang ia lontarkan tadi hanya sekedar pelengkap kalimat saja agaknya. "Pak, kita mampir ke rumah dulu buat nganterin Tuan, setelah itu kita langsung ke restorannya Yulia." Perintah Santi pada sopirnya yang langsung melajukan mobilnya setelah sebelumnya mengang

