Bab 46

1546 Kata

Entah jam berapa Allea terlelap malam tadi waktunya berlalu dengan berganti-ganti suasana hati, kadang gembira bermain dengan baby J kadang kembali bersedih saat teringat Canting yang meninggalkannya. Dan dalam pelukan Airin gadis itu menjemput mimpinya, entah apa yang menghiasi alam bawah sadarnya hingga bibirnya selalu bergumam bahkan kadang mengigau menyebut nama Canting. Usai membicarakan banyak sekali hal, dengan sesekali tertawa kecil, atau juga mengusap air mata duka akhirnya Airin meninggalkan kamar Allea membiarkan sang Papa menemani tidurnya sementara sang Mama kembali ke kamar tamu untuk menemani sang putra. Hingga pagi ini Allea kembali meronta dalam pelukan Tirta mulut mungilnya kembali berulang kali melengkingkan nama Canting, dengan mata yang masih terpejam. Tirta m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN