Flashback on. Gadis dengan seragam SMPnya itu menatap sekeliling. Tubuhnya yang besar tertutup oleh kumpulan orang-orang yang terus berlalu lalang. Rambut yang diikat satu dengan name tag menggantung di leher, gadis itu mencoba mencari teman yang mungkin bisa ia ajak mengobrol. Suasana lapangan yang ramai dengan murid baru, membuat gadis itu sedikit malu untuk berbaur dengan yang lain. Belum lagi para OSIS yang sejak tadi menatap ke arahnya dengan sinis. Ia cukup sadar dengan keadaan yang mungkin tidak akan semudah itu berpihak padanya. “Butuh bantuan?” tanya seorang lelaki yang datang dengan tangan terulur. Wajahnya yang putih dengan kedua mata semi sipit itu menatap dengan lembut. “Kayanya belum dapat teman. Kelas berapa?” tanyanya lagi. “Ke—kelas 10-C, Kak,” jawab gadis itu dengan

