“Udah selesai semua, kan?” Reza menatap satu persatu anggotanya yang sudah berada di dalam ruang rapat. Beberapa sedang mencatat dan yang lain sibuk mengistirahatkan diri. Reza terkekeh begitu melihat Wahyu yang tampak menggeliat kasar dengan suara kerasnya. Memang, sejak awal lelaki itu tidak hanya diam dan terus bekerja. Entah sekedar membantunya atau menjadi penanggung jawab dari kelompoknya sendiri. Lelaki itu juga terus dipanggil oleh beberapa dosen. Menjadi orang pintar dan aktif macam Wahyu memang merepotkan sekaligus melelahkan. “Kak, maaf izin bertanya,” ucap seorang perempuan yang berada di belakang Putra. Reza yang melihat lambaian tangan pun mengangguk. “Sampai jam berapa ya, Kak?” “Apanya?” tanya Putra dan menoleh kebelakang. “Baru juga duduk. Lo udah mau kerja lagi? Robo

