Seperti pada acara berkemah pada umumnya, malam akan diisi dengan sesi api unggun. Dimana para mahasiswa baru biasanya akan berada di sekitar api unggun dan membentuk lingkaran. Sedangkan Reza dan yang lain sibuk mengurus acara satu persatu agar suasana tetap terjaga dan tidak membuat MABA merasa bosan. “Karena ini hari terakhir, ada yang mau kasih pesan dan kesannya? Atau ada yang mau tampil lagi?” Suara Putra terdengar lewat speaker yang disiapkan. Lelaki yang berada di sebelah utara itu menunjuk pada kumpulan perempuan yang mengangkat tangan. Terlihat jika mereka memang ingin menampilkan sesuatu sejak awal dibukanya acara api unggun. “Za, tolong ambilin P3K di kamar sebelah sana, dong,” bisik Zayan pada Reza yang berdiri tepat di sampingnya. Membuat Putra yang juga berada di sebel

