D_U_A_B_I_L_A_N

1712 Kata

“Sekali lagi makasih, Jess.” Reza menutup kembali pintu mobil Jesselyn setelah mengeluarkan gitar dan juga tasnya. Lelaki itu tersenyum kala Jesselyn menjawab dengan anggukan kepala. Gadis itu lalu memberi klakson singkat sebelum memutar mobilnya dan pergi. Meninggalkan Reza yang terdiam menatap kepergian mobil Jesselyn. Menghela napas pelan, Reza menggelengkan kepala merasakan jantungnya yang berdegup tak biasa. Tidak. Ini pasti hanya karena dirinya yang tidak terbiasa berada dekat dengan Jesselyn. Ia tidak mungkin menyukai gadis itu. Tidak! Begitulah yang Reza pikirkan selama dirinya berada di dalam mobil Jesselyn. Lelaki 21 tahun itu menggeram kecil saat jantungnya justru semakin berdegup kencang setiap mengucapkan nama Jesselyn. Baru namanya saja. Apalagi seperti tadi ketika meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN