Tau

1629 Kata

**Yunki POV** . . . Duduk dan menatap Reya masih kulakukan sejak tiba beberapa menit yang lalu. Aku memerhatikan sesekali keningnya bertaut, atau sedikit merintih. Tidurnya benar-benar tak lelap. Aku mengecek suhu tubuhnya terasa sedikit demam. Sementara ku pegangi tangannya, sembari sesekali ku kecupi, aku sangat merindukan Reya. Hari ini aku benar-benar merasa bersalah. Banyak hal yang ingin ku ceritakan padanya. Aku juga rindi mendengarnya bercerita tentang kisahnya sehari-hari. Terutama perkembangan anak kami. Aku ingin mendengar semua dari bibirnya. Rinduku, telah menumpuk dan pertemuan di fansign kuharap jadi obat rinduku, nyatanya? Kini aku bisa menyentuhnya tapi masih juga kurasa rindu. Sejujurnya, setiap kali aku bercerita pada Reya—sedikit banyak beban ku berkurang, penat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN