***

1364 Kata

**Reya POV** . . . Sungguh aku tak bisa berpikir apapun saat berada di rumah sakit. Pikiranku hanya tertuju pada bayi dalam kandungan. Aku seolah tak bisa mendengar Via yang terus berdoa, perutku terasa sakit yang spontan memaksaku mengejan. Aku terus berbicara dan berdoa agar kami berdua baik-baik saja. Setelah Dokter memberikan suntikan aku beristirahat. Karena tubuhku terasa lemas sekali. Aku terbangun saat mendengar suara suamiku, benarkan itu ia? Perlahan kubuka mata dan benar melihatnya di hadapanku. "Yeobo-yaa." Aku lihat senyumnya yang dipaksakan. Kini suamiku duduk di samping tempat tidurku, memegang tanganku dan mengecupnya sesekali. Wajahnya terlihat seperti baru saja menangis? Ia tampak tak baik. Aku tau ia khawatir, maafkan aku. Aku membelainya, mengusap wajah yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN