Erwin menyesap yang dituangkan oleh pelayan restoran dengan santai. Berlawanan dengan Doni Suryadiningrat yang memandangnya dengan senyum jengkel. Siapa yang tidak jengkel, seharusnya makan malam romantisnya ini ditemani wanita cantik yang diinginkannya. Candle light dinner dengan sepiring steak empuk yang menggugah selera. Tapi kenyataannya, makan malam romantis ini berubah menjadi makan malam mengerikan. "Di mana Kayla?" "Entahlah," jawab Erwin singkat. Mendengar jawaban yang diberikan Erwin membuat Doni mendengus. Kenyataan yang baru saja diketahuinya adalah Erwin Ivander bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan. Lebih tepatnya dia lawan yang kuat. "Jadi, apa tujuanmu menemuiku Erwin Ivander?" Erwin memiringkan bibirnya. "Bukan hal penting. Hanya mengingatkanmu untuk tidak menyen

