30

775 Kata

Dari balik punggungnya, Kayla dapat merasakan hembusan nafas lega yang berasa dari Erwin. Sampai Kayla merasa bingung atas sikap Erwin yang mendadak menariknya ke dalam pelukannya ini. Apa laki-laki yang dicintainya ini sedang salah obat? Bagaimana bisa Erwin yang biasanya bersikap dingin sekarang memeluknya erat? Ya Tuhan jangan katakan kalau sebentar lagi kiamat dan Engkau sedang memberikanku kebahagiaan sesaat, teriak Kayla dalam hati. "Erwin?" panggil Kayla pelan. Tersadar dengan apa yang sedang mereka lakukan, cepat-cepat Erwin melepaskan pelukan diantara mereka lalu berdeham. "Kau baik-baik saja?" tanya Erwin setelah berhasil mengontrol dirinya. "Tentu saja. Kau bisa melihatnya, kan? Memangnya ada apa?" Tiba-tiba saja Erwin memandang Kayla dengan penuh kesal. "Dasar bodoh! Bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN