Ketegangan mengisi suasana diantara dua anak manusia yang saling bertatapan. Bahkan setelah waiter mengantarkan makanan pun, keduanya masih terdiam tanpa menyentuh makanan makanan yang masih mengepul di hadapan mereka. Seolah-seolah mendukung ketegangan diantara mereka. Bibir Erwin melengkung membentuk sebuah senyuman. "Kamu sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan?" katanya dengan sebelah alis terangkat. "Tentu saja," jawab Kayla singkat, berusaha menutupi gemetar dalam nada suaranya. Bagaimana tidak bergetar, ini adalah pengalaman pertama kali untuknya menyatakan perasaan kepada seorang laki-laki! Jika Samantha tahu, Kayla dapat menjamin jika sahabatnya itu akan menjerit histeris. "Kamu tidak mengenalku dengan baik." Ada nada meremehkan di dalam suara Erwin. "Oh ya? Jadi aku

