"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, nona?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Erwin terdengar menggoda. Seolah-olah laki-laki itu akan memberikan apa pun keinginan Kayla. Tapi nyata-nya makna di dalam pertanyaan itu sangatlah berbeda dengan harapan Kayla. Sebaliknya, pertanyaan itu memiliki makna jika Erwin tidak ingin berurusan lagi dengannya. "Apa kau akan memberikan apa pun yang aku minta?" tanya Kayla tanpa mengalihkan tatapannya. "Apa pun. Asalkan keinginanmu itu mampu membuatmu tidak mengganggu kehidupanku lagi," sahutnya dengn senyum sinis yang menusuk langsung ke dalam hati Kayla. Rasanya sangat menyakitkan tapi di hadapan laki-laki ini, seberapa besar luka yang ditorehkan Erwin, dirinya harus tetap terlihat kuat. Kayla memaksakan sebuah senyum. "Aku merasa tersanjung mend

