Angga mengulum senyum mengingat kejadian sore tadi. Di mana dia berhasil membuat gadis itu bergetar dan bungkam, tak berani mengeluarkan kata-kata. "Besok, aku akan menikahimu!" ujarnya. Sebenarnya ini hanya lelucon yang dia buat. Hanya sekedar iseng, ingin tahu saja bagaimana reaksi gadis itu selanjutnya. Namun setelah mengikuti alurnya, akhirnya dia benar-benar memantapkan hatinya. "A-apa?!" Felisha terkejut bukan main. Matanya membulat. Debaran dalam d**a kian mengencang. Tubuhnya bergetar tiba-tiba. Setelah sebelumnya terkejut karena dicium tiba-tiba, kini dia harus terkejut lagi dengan lamaran yang tiba-tiba pula. Sebenarnya ini tidak pantas disebut dengan lamaran. Ini lebih cocok disebut dengan perintah. Perintah yang selalu menyudutkannya. "Gimana, kamu sudah si

