Alger terlihat sedang bersantai di taman belakang rumah kedua orang tuanya. Seisi kepalanya sedang dipenuhi oleh persiapan sidang skripsi yang mendebarkan detik-detik terakhirnya menempuh jenjang perkuliahan. Ya, hanya menghitung bulan saja sebentar lagi Alger akan menyandang status sarjana. “Al, ada Ara tuh di depan,” ujar Gyzell, membuat Alger terkejut. Ia menoleh, lalu mengangguk secepatnya lelaki itu beranjak dari duduknya. “Kenapa cari aku?” tanya Alger, dengan suara yang datar. Seketika tubuh Ara yang membelakanginya sekarang berubah posisi menjadi berhadapan. Hampir saja tawa Alger meledak saat melihat sudut bibir gadis itu terdapat noda es cream. Nampaknya gadis dewasa seperti Ara belum juga bisa mengatur cara makannya. “Buat apa?” tanya Ara, saat Alger menyodorkan selembar t

