“Gua tau lo ada ngerencanain sesuatu,” ujar Kevin, menatap Leroy penuh curiga. “Ngerencanain apa sih? Lo-nya aja yang terlalu sensi. Gua sama Manda Cuma temenan kok, nggak lebih. Makanya, jadi cowok itu yang berani dikit dong, dasar mental tempe!” cibirnya, membuat Kevin semakin kesal. “Mental tempe?” tanya Kevin, terkekeh mengejek. Lelaki itu menggulung lengan baju sekolahnya, bersiap untuk baku hantam dengan Leroy. “Gua sih udah lama nggak bikin kepala anak orang bocor,” ujar Kevin, sembari mengepalkan tangannya untuk pemanasan. “Kayanya badan lo enak juga buat di tonjok,” sambungnya, sembari menatap tubuh Leroy dari atas sampai bawah. “Mainnya tonjokkan.” Lagi-lagi Leroy mencibir. “Kenapa? Lo takut?” tanya Kevin, tersenyum sinis. Lelaki itu melakukan gerakan peregangan otot di

