Satu hari satu malam berada di rumah sakit akhirnya Gyzell diperbolehkan pulang dengan cacatan wanita itu benar-benar mengistirahatkan dirinya demi janin yang ada di dalam kandungannya. Si jabang bayi memang sedikit lemah, mengingat beberapa hari yang lalu Gyzell sempat mengalami perang batin akibat tindakan Nick yang diluar dugaan. Akan tetapi, anak yang dikandungnya itu masih mau bertahan. “Sayang, pelan-pelan.” Nick membantu Gyzell untuk turun dari berangkar rumah sakit. Setiap geraknya selaly diawasi oleh Nick taanpa ada yang terlewat sedikitpun. Perhatian lelaki itu membuat ke dua orang tua masing-masing tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi Gyzell kesepannya. “Iya Mas.” Gyzell masih berusaha untuk turun, karena jujur saja ia juga takut dengan kondisi janinnya. Untunglah ia pun

