“Gak mau, Eca gak mau pulang kalau gak sama Mommy!” rajuk Eca. Matanya sudah memerah menahan tangis, kenapa orang-orang dewasa di depannya ini tidak mau mengerti dirinya. Pikir Eca kesal. “Tapi Tante Felisha harus kerja, sayang,” bujuk sang Nenek. Lidahnya seperti tidak terima saat mengatakan nama Shasha. Melihat itu Shasha memutar bola matanya, padahal dia diam saja dari tadi. Tapi wanita paruh baya itu selalu menatap dirinya dengan sinis penuh ketidaksukaan. “Mommy Nek, dia bukan Tante, tapi Mommy Eca!” Tangan Eca terlipat di d**a, layaknya orang dewasa yang sedang marah. “Iya-iya, Mommy kamu itu sedang kerja jadi tidak boleh diganggu.” Roseline sengaja menyebutkan kata Mommy dengan penuh penekanan. Dia melirik Shasha sekilas, ia takut Shasha semakin berani masuk ke dalam ruang ling

