Sasha berjalan menjauhi Gala dan Karin dengan cepat. Hatinya mendadak terasa sesak karena nada tinggi yang dilontarkan Gala. “Kenapa musti bentak kayak gitu, sih? Bikin bete aja!” gerutu Sasha di sepanjang perjalanan. “Mentang-mentang ada mantan istrinya, terus aku disuruh pergi gitu aja? Padahal dia sendiri yang minta aku buat pura-pura jadi pasangan bahagia kalau ketemu tuh mantan. Nah, ini kenapa dia sendiri yang ngingkari. Dasar laki-laki buaya!” Sasha terus saja mengoceh sambil berjalan. Hanya saja, langkahnya mendadak terhenti saat dia hampir saja masuk ke area hotel. Ia tiba-tiba teringat dengan ucapan Gala yang mengatakan jika kamar yang ditempatinya cukup angker. Apalagi, melihat sekeliling, hari sudah berganti menjadi gelap. Sasha seketika bergidik ngeri membayangkan jika diri

