“Mak-maksudnya, Om sama aku bakalan tidur sekasur, gitu?” Sasha menelan ludah dengan susah payah. Berbagai pikiran kotor langsung memenuhi otaknya. “Ya, iya lah. Lihat! Mana ada sofa di sini. Kelihatannya Mbak Nadia udah mikirin rencananya ini matang-matang, deh. Sampe-sampe sofa aja gak ada di kamar ini!” Menoleh ke arah Sasha, Gala justru mendapati gadis itu sedang terdiam seolah memikirkan sesuatu. Tahu apa yang sedang dipikirkan Sasha, Gala spontan menjetik jidat Sasha, hingga si pemilik kening mengaduh. “Mikirin apa? Pasti mikir m*sum, kan? masih bocil gak boleh mikir ke situ.” Sasha mengusap keningnya seraya protes, “Ih! Sakit tau, Om! Lagian, gak usah sok-sokan. Om pasti juga mikir ke arah situ, kan?” “Enggak, lah! Ngapain,” sanggah Gala. “Bohong!” jawab Sasha cepat. Gadis itu

