Bab 18. Harus Tidur Satu Ranjang

1501 Kata

Anehnya, bukannya segera berbalik, Gala malah mendelik terkejut saat melihat pemandangan indah di depan matanya. “Om Gala cepetan balik badan!” Teriakan yang keluar dari mulut Sasha, baru menyadarkan pria itu dari keterkejutannya. Ia segera membalikkan badan dengan salah tingkah. “Astaga! Kenapa imanku rasanya hampir goyah?” batin Gala sambil mengatur napasnya yang tiba-tiba menjadi tidak karuan. “Om Gala mau cari kesempatan, ya?” teriak Sasha lagi. “Si-siapa juga yang mau cari kesempatan!” sanggah Gala tergagap. Lidahnya mendadak kelu karena pikirannya justru tertuju pada pemandangan indah barusan. “Salah sendiri kamu teriak kenceng tadi,” alasannya. “Ya habisnya gimana? Om nyuruh aku diem aja pas jatuh, gitu?” balas Sasha yang tak mau disalahkan. “Sekarang Om cepetan keluar! Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN