bc

Mantan atau Calon

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
family
HE
second chance
kickass heroine
independent
heir/heiress
drama
bxg
lighthearted
kicking
bold
city
office/work place
childhood crush
disappearance
like
intro-logo
Uraian

Pewaris tunggal yang memutuskan untuk meninggalkan harta kekayaan keluarganya demi masuk ke akademi militer hanya untuk menggapai cinta pertamanya. Keputusan Jeko dianggap gila oleh sahabatnya, karena dia rela berjuang melawan keluarganya demi menggapai Citra yang adalah cinta pertamanya. Berkali-kali Citra menolak tegas segala usaha pendekatan Jeko saat remaja, membuat Jeko bertekad mendapatkan Citra di masa depan. Berhasilkah usaha Jeko? mungkinkah cinta itu tetap bertahan? mungkinkah mereka bertemu lagi dan bersatu setelah terpisah sekian tahun lamanya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Tugas
Citra berlari-lari ke lapangan sekolah bersama dengan Aqilla untuk segera berbaris dan mengikuti kegiatan MOS di hari pertama mereka menjadi pelajar Sekolah Menengah Atas. Citra dan Aqilla segera mengatur napas mereka setelah masuk ke dalam barisan kelas mereka. Para panitia kegiatan ini mulai berjalan masuk ke lapangan dan berdiri berjajar di atas podium. Tatapan mata Citra bertemu dengan tatapan tenang namun tajam dari seorang senior laki-laki yang berjalan paling depan, lalu dia buru-buru menunduk karena ketakutan dengan aura dingin yang dirasanya dari tatapan senior itu. Pembawa acara segera memulai kegiatan pembukaan MOS pagi ini. Setelah doa pembuka dan rangkaian lagu kebangsaan serta mars sekolah dinyanyikan bersama, kini tiba giliran sambutan dari ketua panitia kegiatan. Detik selanjutnya terlihat seorang laki-laki yang sangat berwibawa dan berwajah tampan, maju ke arah microphone untuk memberikan sambutan pembukaan. Seketika suara riuh dari para siswi baru yang terkagum pun segera terdengar sangat memuja murid senior itu, membuat laki-laki tersebut tidak mampu memulai sambutannya. Citra dan Aqilla hanya diam seakan tidak terkagum dengan penampilan ketua panitia itu. Seorang senior perempuan langsung maju dan berdiri di samping senior laki-laki tadi, lalu dia segera merebut microphone dari laki-laki tadi. “DIAAAMMM!!!” Teriak perempuan tersebut dan seketika semua suara riuh dari para siswi baru itu menghilang, membuat lapangan kembali hening. “Terima kasih kak Jovanka, mungkin lain kali tidak perlu sekeras itu suaranya.” Ucap senior laki-laki itu terhadap perempuan di sampingnya dengan tersenyum ramah. Perempuan bernama Jovanka itu langsung merona malu sambil menggerakkan tubuhnya dengan sikap centil di hadapan senior laki-laki. Senior Jovanka kembali ke jajaran para panitia lainnya, yang berdiri di belakang senior laki-laki itu. “Selamat pagi adik-adik tingkatku yang kusayangi dan kuhargai semuanya. Maaf untuk kehebohan senior Jovanka di pagi ini. Anggap saja untuk penghilang rasa kantuk kita dan meningkatkan semangat kita lebih lagi ya." sambut senior laki-laki itu di awal sambutan. "Baiklah, perkenalkan, nama saya Jarvis Keenan Orlando, kalian semua silahkan memanggil saya dengan sebutan kak JeKo atau senior JeKo, tapi kalian jangan salah paham ya, saya bukan anak dari pemilik brand donat terkenal itu." ucap Senior tampan itu memperkenalkan dirinya sambil bercanda untuk mencairkan ketegangan yang dibuat oleh senior Jovanka tadi. "Saya adalah ketua dari panitia kegiatan MOS ini, sekaligus ketua organisasi kesiswaan di sekolah kita ini. Saya mewakili seluruh senior yang ada, untuk mengucapkan selamat datang pada semua adik kelas di Boulevard school, selamat belajar dan mari berprestasi bersama! marilah bertumbuh semakin dewasa bersama di sekolah terbaik ini. Silahkan kalian bisa menemui saya atau senior yang lainnya, jika membutuhkan informasi apapun tentang sekolah kita ini.” lanjut senior laki-laki itu dengan ramah. Senior JeKo pun masih terus memberikan sambutan pembukaannya hingga selesai, lalu diakhiri dengan pemukulan gong besar sebagai tanda dimulainya kegiatan MOS ini secara formal. Seluruh rangkaian acara pembukaan pun akhirnya selesai, dan mulailah para siswa baru sebagai peserta MOS untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing. Citra dan Aqilla bersyukur sekali karena mereka masuk dalam kelompok yang sama untuk semua kegiatan selama 3 hari ke depan. Tidak heran karena ini semua ada campur tangan kakaknya Aqilla yang termasuk dalam panitia MOS tahun ini. Citra dan Aqilla bersama anggota kelompok mereka lainnya segera mempersiapkan diri kembali ke lapangan untuk mendengarkan penjelasan tentang tugas-tugas yang akan mereka dapatkan hari ini. “Selamat pagi adik-adik kelasku yang sangat disayangi dan tentunya juga menyayangi senior JeKo.” sapaan bercanda dari senior laki-laki lain yang bertugas memberikan penjelasan tentang tugas hari ini, sambil tersenyum lebar pada senior JeKo. Aqilla dan Citra saling tersenyum penuh arti ketika melihat senior yang humoris itu berdiri di podium. “Perkenalkan nama saya Arya Dirgantara, kalian bisa memanggil saya dengan panggilan Kak Ardi atau senior Ardi. Saya adalah koordinator acara dalam panitia MOS tahun ini. Hari ini tugas kalian sangat mudah sekali, kalian masing-masing individu hanya perlu mengumpulkan minimal 500 poin dengan cara mengumpulkan tanda tangan dan data diri dari para senior yang ada di sekolah kita. Untuk poin terbesar bisa kalian dapatkan dari senior JeKo dan senior Jovanka karena masing-masing mereka memiliki poin 100, untuk tanda tangan panitia lainnya kalian bisa mendapatkan poin masing-masing 25, dan untuk senior lain yang tidak termasuk dalam panitia memiliki poin masing-masing 10. Kalian hanya diberikan waktu sampai jam 11 siang nanti, dan tepat jam 12 siang nanti kalian sudah harus kembali berkumpul dengan kelompok kalian di lapangan ini. Bagi kalian yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dari seluruh peserta yang ada, maka kalian akan mendapatkan sebuah hadiah kejutan dari senior JeKo dan senior Jovanka. Jadi semangatlah! Kita akan mulai kegiatan pengumpulan poin ini tepat jam 9, itu berarti 10 menit lagi kalian sudah harus bergerak dan berusaha. Baiklah, seperti itu saja tugas kalian pada hari ini. Terima kasih dan semangat!” jelas Senior Ardi yang juga sangat tampan dan lebih humoris dibanding senior JeKo tadi. Tepuk tangan riuh langsung terdengar saat para senior panitia itu mulai turun dari podium. Para siswa siswi baru segera menatap ke arah senior JeKo dan senior Jovanka, memperhatikan kemana keduanya melangkah, supaya lebih mudah untuk mendapatkan tanda tangan dan tentunya poin yang besar. “Citra, ayo kita segera bersiap untuk meminta tanda tangan senior JeKo dan senior Jovanka. Setelah itu kita bisa lebih santai mendapatkan poin sisanya.” Ajak Aqilla. “Aqilla, sebaiknya kita mencari senior yang lainnya saja. Mereka berdua pasti sudah banyak yang antri, nanti kita kehabisan waktu disana.” Sahut Citra. “Tidak Citra, poin nilai mereka terbesar, bayangkan saja dua tanda tangan dari mereka saja sudah 200 poin nya. Ayo Citra! Kita segera kesana, waktunya sudah dimulai.” Ajak Aqilla dengan semangat untuk menyusul para siswa lainnya yang mulai mengantri di sebuah tenda panitia. “Tidak. Kamu saja yang kesana, aku mau mencari senior yang lainnya saja.” Tolak Citra tetap memilih sesuai dengan rencananya. “Baiklah, bagaimana jika kita bertaruh? Aku akan mengantri di senior JeKo dan Jovanka, kamu silahkan cari yang lain. Siapa yang mendapat poin terbanyak dari kita berdua, maka berhak mendapatkan hadiah dari yang kalah, bagaimana?” tantang Aqilla. “Deal!” sahut Citra setuju dengan taruhan mereka. Mereka berdua pun segera bersalaman dan langsung melangkah pergi ke arah yang berbeda sesuai dengan rencana mereka masing-masing dalam menyelesaikan tugas mereka.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Menyala Istri Sah!

read
2.5K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
3.7K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.9K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.2K
bc

Video Pernikahan Papa

read
12.5K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
6.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
55.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook